Jember, PHK: Untuk kesekian kalinya Menteri Sosial Republik Indonesia Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke Kabupaten Jember dalam rangka Kunjungan Kerja. Setelah menghadiri dan menyerahkan akta istbat nikah massal di masjid Cheng Ho di Kaliwates Mensoso menuju k alun-alun Jember untuk menem,ui para lansia, difabel dan warga kurang mampu Sabtu kemaren.Kegiatan tersebut dikemas dalam Peringatan Hari Lansia Nasional ke-20 tahun 2016 dan memberikan bantuan secara langsung kepada lansia, peyandang difabel, penyerahan sertifikat rumah untuk keluarga kurang mampu, dan sejumlah bantuan lainnya. Bekerja sama dengan Pemkab Jember, Kemensos RI getol mengurus program bantuan sosial kemasyarakatan. Hal ini terlihat bahwa Mensos untuk Kali ke dua datang langsung untuk memberikan bantuan-bantuan tersebut. Selain itu Pemkab Jember juga sangat terlihat antusias untuk menyambut dan merealisasikan hal tersebut yang merupak Sinergitas antara pemerintah pusat dan Pemkab Jember. Tidak hanya Pemkab Jember yang terlihat antusias dalam menjalankan program dari Kemensos, namun juga masyarakat Jember juga demikian. Nampak terlihat dengan banyaknya relawan yang membantu untuk mendata, mendaftarkan dan mengantar secara langsung para warga yang berhak ke Pemkab Jember melalui Dinas Sosial.
Sementara itu hadir pula seluruh, Jajaran kepala SKPD se-Kabupaten Jember, Forkompimda Kabupaten Jember, yang turut mendampingi dan menyaksikan pemberian bantuan kepada warga masyarakat Jember yang Sudah terdata dan berhak mendapatkannya. Bantuan tersebut diberikan kepada 935 orang diantaranya bantuan sembako 500 paket untuk lansia dan 435 paket untuk disabilitas. Jenis bantuan lainnya berupa alat bantu kruk bagi disabilitas sebanyak 66 orang, bantuan kursi roda ke 66 orang, bantuan hearing audio bagi disabilitas, 137 untuk kaki dan tangan palsu, 80 untuk bantuan tongkat netra. Tidak hanya itu bantuan juga di berikan kepada penerima bantuan sertifikat hak guna dalam program rumah untuk dhuafa dari REI Komisariat Jember sejumlah 20 orang. "Semoga dengan adanya bantuan ini dapat bermanfaat bagi kaum disabilitas dan saya mendapat kabar bahwa di Jember ada tambahan bantuan untuk lansia dan disabilitas yang masuk PKH sebesar 23 ribu orang, semoga warga masyarakat Jember semakin sejahtera," ucap Mensos RI dalam sambutannya.
Sementara itu Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Pemerintah Kabupaten Jember yaitu Model Reforma Agraria Perkotaan, dalam rangka upaya menutup rantai kemiskinan terstruktural yang ada di Kabupaten Jember. "Program ini untuk menunjang pembangunan Jember dari pinggiran, memutus Mata rantai kemiskinan di Jember," ujar Bupati Jember dr Faida. Masih kata Bupati perempuan pertama di Kabupaten Jember ini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut untuk menutup rantai kemiskinan terstruktural di Kabupaten Jember. Pemberdayaan masyarakat miskin, kepemilikan sertifikat normal. Memberikan akses terhadap masyarakat miskin terhadap modal kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember serta mengurangi kerawanan sosial.
Lebih lanjut Bupati Jember dr Faida mengatakan ruang lingkup program ini diantaranya pengurusan sertifikat tanah gratis bagi masyarakat miskin. Pendampingan usaha bagi masyarakat miskin supaya dapat memiliki akses terhadap modal dan pemanfaatannya. "Memberikan fasilitas perbankan untuk dapat membangun usaha kecil dan menengah," imbuhnya. Bupati Jember dr Faida berharap agar sinergitas yang dibangun oleh Pemkab Jember didukung oleh seluruh elemen masyarakat demi Jember lebih baik ke depan. Sinergitas antar pemerintah pusat dan Pemkab Jember dapat terjalin di semua bidang untuk kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Jember. (ndik)


Posting Komentar