Jember, PLK: Menjelang bulan suci ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, harga komoditas di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Jember terus merangkak naik. Masyarakat menilai kenaikan harga komoditas tersebut, karena besarnya kebutuhan. Namun tidak semua harga komoditas ikut naik, seperti harga daging sapi. Untuk harga daging sapi yang ada di kabupaten jember masih normal.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Mahfud saat ditemui wartawan di kantornya Kamis kemaren mengatakan menjelang bulan ramadhan harga komoditas dari peternakan yang terpantau oleh tim Survei Disnakperikel Jember adalah harga daging sapi, daging ayam dan telur. "Untuk harga daging sapi menjelang bulan ramadhan relative tetap, yakni perkilonya ada yang 95 ribu, 100 ribu hingga 105 ribu. Harga itu tergantung dari kwalitas dagingnya," katanya. Diakuinya, untuk harga daging ayam ada kenaikan sekitar 2000 rupiah perkilonya, termasuk pula harga telur yang ikut naik sekitar 500-1000 rupiah perkilonya. Kenaikan harga komoditas menjelang bulan ramadhan sebenarnya permasalahan klasik. Jika dilihat dari prinsip ekonomi kenaikan harga komoditas biasanya terjadi karena besarnya permintaan pasar.
Mahfud menambahkan bahwa untuk stok daging sapi di Kabupaten Jember menjelang bulan ramadhan aman. Bila dilihat dari kebutuhan masyarakat Jember, untuk daging sapi perharinya sekitar 8 sampai 10 ton yang sama dengan 45 hingga 50 ekor sapi yang dipotong setiap harinya. " Sedangkan stok sapi yang siap dipotong lebih kurang ada 45 ribu ekor perhari. Berarti untuk daging sapi di Kabupaten Jember menjelang bulan ramadhan hingga idul fitri tidak ada masalah ," ujar Mahfud.
Lebih lanjut Mahfud menerangkan bahwa setiap minggu Disnakperikel Jember selalu mengadakan survey di pasar. Dari data yang dihimpun sejak tanggal 16 Mei harga daging ayam perkilonya 27 ribu dan tanggal 23 Mei 28 ribu. Tanggal 24 Mei 29 ribu perkilonya, ada tren kenaikan harga namun relatif normal. Kebutuhan daging ayam di Kabupaten Jember mencapai 30 sampai 35 ton perhari. Rata-rata bobot ayam yang ada 1,8 kilo perekornya. Sehingga dibutuhkan 18 sampai 20 ribu ekor ayam perharinya. Sedangkan untuk produksi ayam pedaging mencapai 50 ribu ekor perharinya. "Jadi untuk stok daging ayam sangat aman sekali," ungkap Mahfud.
Sedangkan untuk kebutuhan telur untuk Kabupaten Jember sendiri mencapai 25 sampai 30 ton perharinya. Untuk memenuhi kebutuhan telur yang begitu besar, 10% kebutuhan telur di cukupi dari Kabupaten Blitar. " Karena sentra ayam petelur paling banyak dari Kabupaten Blitar," imbuh Mahfud. Senada dengan Mahfud, Kabid Bina Usaha dan Pengembangan SDM Dinas Peternakan dan Kelautan Kabupaten Jember Haris juga menambahkan bahwa apa yang disampaikan oleh Kepala Disnakperikel Jember memang benar. Harga komoditi, khusus daging sapi di Kabupaten Jember tidak ada kenaikan. Komoditi yang naik antara lain daging ayam dan telur, namun kenaikannya masih dalam tahap wajar. " Mudah-mudahan sampai memasuki bulan ramadhan, harga komoditi tersebut tetap stabil agar masyarakat tidak terbebani," pungkasnya.(ndik)


Posting Komentar