Probolinggo - Kraksaan, PLK Sejumlah Ormas dan LSM di Krakasan, Problinggo laporkan oknum Camat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Sejak November 2015 lalu, RR (Oknum Camat) di Kecamatan Dringu baru dua kali di panggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Kraksaan. Hal tersebut di ungkapkan oleh seorang sumber berinisal RL, yang mengatakan terduga RR sudah dua kali di pangil ke Kejari untuk di mintai keterangan. RR diduga sebagai koordinator pembelian 14 laptop untuk 14 Desa di Kecamatan Dringu. Namun ironisinya sudah empat bulan, pihak Kejari Kraksaan belum memberikan kepastian status atas terduga RR. Mendengar hal tersebut, salah satu lembaga masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Pojok Kiri itu, Selasa (8/3/2016) siang menyambangi lembaga yudkatif itu. Menurut salah satu Tim Investigasi, bahwa Edy Sumarno, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kraksaan tidak dapat di temui dengan alas an sedang istirahat (tidur). "Kami mulai datang dari pukul 14.00 Wib, hingga Kejaksaan tutup, Kajari enggan untuk menemui kami. Alasan security yang berjaga, Kajari sedang istirahat, dan tidak mau di ganggu. Padahal kami dating ingin menanyakan sikap tegas Kejaksaan yang menangani dugaan korupsi pengadaan 14 unit Laptop ntuk 14 Desa di Kecamatan Dringu," ungkapnya yang tidak ingin di sebutkan namanya kepada Printis Lidik Krimsus belum lama ini.
Ia menduga bahwa sikap arogan Kajari Kraksaan tidak mencerminkan fungsi Kejaksaan yang mencerminkan penegakan hukum, "Pemimpin yang seerti ini lah, yang menciptakan konflik asums negatif di kalangan masyarakat. Reformasi harus berjalan maju, bukan berjalan mundur. Kami ingin bertemu aja sulit. Apalagi ini masih jam kerja. Sama aja dia (Kajari) makan gaji buta. Dimana bentuk transparansinya?" ketus sumber. Pojok kiri mengecam, bahwa langkah Kejari Kraksaan dalam menyikapi kasus dugaan korupsi ini kurang transparansi. Ironisnya, hingga sampai saat ini kejelasan oknum camat Dringu masih di pertanyakan. "Kejaksaan jangan lemah sahwat, dimana sumpah jabatan seorang Kajari adalah menegakan hukum. Kami tetap akan melakukan penggalian informasi keberbagai sumber, kepada pihak yang berkaitan dan mengenai permasalahan pembelian laptop di Kecamatan Dringu, yang peruntukanya untuk semua desa sebanyak 14 buah laptop," bebernya. Team Investigasi


Posting Komentar