Jakarta - Gubernur se-Kalimantan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Jakarta. Musrenbang digelar terkait dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2017. "Dalam sebuah sharing, ada banyak kritik terhadap Musrenbang ini. (Musrenbang) disebut hanya sebagai forum formalitas. Hal yang kita kerjakan ini karena adanya usulan daerah yang tidak bisa ditampung sebanyak yang diusulkan," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil dalam sambutannya di Musrenbang Kalimantan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (11/3/2016). Sofyan juga menyinggung alokasi dana APBN tahun 2016. Menurutnya akan ada pengurangan pendapatan negara secara siginifikan. "Pendapatan negara 2016 akan ada revisi, akan ada pengurangan APBN secara signifikan karena sulit capai peneriman pajak dan PNBP sumber daya alam," papar dia.
RKP tahun 2017 sambung Sofyan akan disesuaikan dengan program prioritas pemerintah. Penyusunan skala prioritas penting untuk mengetahui alokasi anggaran yang paling dibutuhkan. "Nantinya akan kita coba perubahan dalam penyesuaian RKP ada usulan prioritas tertinggi, kedua, ketiga, keempat dan kelima. Jadi dana akan dialokasi untuk prioritas 1, yang paling penting. Baru kalau ada sisa ke prioritas 2, prioritas ketiga dan seterusnya," sambung dia. "Jadi nanti sebelum alokasi dilihat apakah perlu? kenapa perlu? kapan dana tersebut diperlukan? Kemudian kita akan alokasikan APBN," ujarnya. Para gubernur yang hadir yakni Cornelis (Gubernur Kalbar), H Sahbirin Noor (Gubernur Kalsel), Hadi Prabowo (Plt Gubernur Kalteng),Irianto Lambrie (Gubernur Kalut), Awang Faroek Ishak (Gubernur Kaltim). Turut hadir pula Mendagri Tjahjo Kumolo.** (fdn/fdn)


Posting Komentar